Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Indonesia Masih Mengimpor Garam?

Salahnya kantor saya kalau Indonesia masih mengimpor garam? Mengapa Indonesia masih mengimpor garam, garam jenis apa yg diimpor, dan untuk keperluan apa sampai mengimpor garam segala?

Selentingan pertanyaan seperti itu seringkali saya dengar dari beberapa kerabat. Berikut saya coba berikan ulasan ringan mengenai hal tersebut.

Salahnya kantor saya kalau Indonesia masih mengimpor garam?

Secara keseluruhan sih tidak. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memang sebagai salah satu regulator dalam hal ini, namun banyak faktor yang menyebabkan kisah impor garam ini. Banyak cerita panjang di balik kisah garam nasional, yang saya tidak mampu menjawabnya. :)

Lanjut Baca »

Menikah? Siapa Takut?!

Siapa sih yg gak kepingin nikah?


Ya semua orang pasti ingin menikah dengan alasan merupakan salah satu ibadah dan kebutuhan. Sebagai makhluk sosial tentunya kita memiliki keinginan untuk berbagi.

Menikah pada dasarnya adalah menyatukan dua kepribadian dalam satu tujuan. Tujuan yang ingin dicapai sebaiknya ditetapkan pada saat pedekate. Pada saat inilah proses pembelajaran dan adaptasi berlangsung. Ini penting lho bagi kita, cuz kalo udah terbiasa dan sepaham, insya Allah setelah menikah gejolak dan masalah dalam rumah tangga akan berkurang. Berikut beberapa wejangan yang insya Allah berguna.

Lanjut Baca »

Koprol di Mata Saya dan Kops

Koprol.comAwalnya heran ketika saya mendengar nama Koprol dari seorang rekan di Plurk, “Apa itu Koprol? Jungkir balik ya?”, dalam hati saya. Namun, penjelasan yang diutarakan salah seorang Kops menggugah rasa penasaran saya dan akhirnya ikut bergabung di situs jejaring sosial (socmed) ala Indonesia ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Koprol dan sejarahnya dapat diperoleh di halaman ini.

Sebelum mengenal dan bergabung di Koprol, saya juga pernah dan sering “bermain” di Facebook, Plurk, Twitter, dan Friendster, bahkan beberapa rekan yang lain memiliki akun di Foursquare, Formspring, forum Kaskus, dan lainnya.

Lalu, apa yang membuat saya dan rekan-rekan Kops (sebutan singkat untuk para Koprolers) betah di rumah ini dibandingkan “bermain” di situs socmed lainnya? Pertanyaan ini sering juga diutarakan para newbie yang baru bergabung dan juga rekan-rekan saya yang sudah menjajal socnet lain. Berikut ulasan singkat dari saya dan rekan-rekan Kops :

Lanjut Baca »

Setahun T’lah Berlalu

Entahlah, dua minggu belakangan ini perasaanku kurang enak, merasa was-was, dan kurang bersemangat.

Semua hal yang ada dan menghampiriku terasa lewat begitu saja seperti angin.

Sepertinya tak ingin ku berpikir keras dan tak ingin melakukan apa-apa.

Oh, mungkin ada sesuatu, tapi apa?

Aku tak dapat menjawabnya.

Bulan ini genap usiaku satu tahun melewati rintangan lahir dan batin bersama Sang Kekasih.

Seharusnya dua minggu terakhir ini ku dapat merasakan hal yang indah bersamanya.

Namun, tuntutan nafkah membuatnya hilang begitu saja seperti angin yang berlalu.

Hingga detik ini ku menorehkan tulisan ini, aku tak dapat berbuat apa-apa selain bermalas-malasan, membuat hal yang tak berguna, dan bekerja tanpa fokus yang jelas.

Ah, entahlah, mungkin ada sesuatu seperti sindrom, sesuatu yang ku sebut dengan ‘sindrom ulang tahun‘. :)

To my greatest :
Happy Anniversary! ;)

Alhamdulillah pada tahun ini, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1430 H, telah dilaksanakan kegiatan bakti sosial yang kami namakan On The Spot Ramadhan 1430 H, berupa bantuan sembako kepada salah satu panti asuhan yang alhamdulillah pada tahun ini Panitia memutuskan untuk menyalurkannya kepada Panti Asuhan Murni Jaya yang beralamat di Gg. Pepaya 1 No. 10 Jl. Keramat Jaya, Cilincing, berdekatan dengan Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta. Sampai dengan saat kegiatan berlangsung, panti asuhan ini menampung lebih dari 50 jiwa dan 12 jiwa di antaranya adalah balita. Pada awal berdirinya, panti asuhan ini berupa rumah bersalin (kebidanan). Sejak saat itu banyak bayi yang ditinggalkan begitu saja oleh orang tuanya setelah proses bersalin. Oleh karena itu, semakin bertambahnya jumlah bayi dan usia anak yang ada mendorong pengelola tempat ini untuk mengubahnya menjadi panti asuhan hingga saat ini. Namun, karena keterbatasan ruang kamar, beberapa anak-anak yatim/piatu yang sudah agak besar usianya bermukim di sekitar panti asuhan untuk bekerja sampingan selain belajar di sekolah. Harapannya nanti ketika mereka dewasa dan cukup memiliki ilmu, mereka dapat hidup sendiri secara mandiri. Mereka pun berharap di kesempatan mendatang dapat memperoleh bantuan berupa pakaian atau peralatan sekolah.

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.